01 Ogos 2012

- si tua yang berjasa -


hati tersentuh tika melihat urat-urat timbul di tangan si tua itu... raut wajahnya yang langsung ta terurus... pakaiannya yang kotor dn koyak rabak... dya hanya berkaki ayam.. tanpa selipar, tanpa kasut... aku merenung mata bundar milik si tua itu... sayu... syahdu... tersentuh hati ini... airmata mengalir melihat si tua itu.. pandangannya yang penuh pengharapan... mesti dya sedang kelaparan...tangannya memegang kotak kosong.. mungkin itulah katil yang dijadikan tempat untuk dya beradu.. dan kaki lima dijadikan bilik...dimanakah ahli keluarga si tua itu... ta kan dya tada anak kot... tergemaknya si anak meminggirkan si ayahnya sendiri... sedari kecik si anak dijaga...sepenuh kasih sayang dicurahkan.. segala didikan telah diajar.. ternyata bila dewasa si anak lupa diri.. lupa asal usul... lupa keluarga... lupa pengorbanan seorang ayah....Ya Allah, airmata ta mampu untuk aku bendungnya lagi... sungguh sedih melihat keadaanya... serta merta ingatan aku teringatkan ayah.. insan yang bersusah payah mencari rezki untuk aku dan keluarga... aku bersyukur dikurniakan seorang ayah yang bertanggungjawab... tanpa mengenal erti penat dan lelah... demi sesuap nasi untuk kami sekeluarga.. ayah sanggup bersengkang mata... segala kesusahan yang dialami ditanggung sendiri.. pernah aku t'dengar ayah merungut kat dpn ibu... hari-hari dihimpit kepenatan... tapi demi anak-anak, ayah rela berkorban... tidak pernah walau sekali ayah merungut dihadapan kami...kata ayah kami harapannya... tiada siapa yang bole bela nasib keluarga melaenkan kami adik-beradik...tiada apa yang lebih penting dari ilmu pelajaran.. kata ayah lagi, ayah na tgok anak-anak ayah berjaya... kalau bole dukung segulung ijazah sebelum dukung seorang anak... bahagiakan mak dan ayah sebelum bahagiakan suami atau isteri sendiri...




Previous Post
Next Post

post written by:

2 ulasan: