28 Januari 2017

Beramal Baik Tetapi Terima Azab Allah


Siapa pun tidak ingin menjadi manusia seperti ini. Di dunia ia dikenal masyarakat luas sebagai orang yang baik. Ahli ibadah, rajin menuntut ilmu, membaca Al Qur’an, aktif berdakwah dan dermawan bahkan telah berkorban dengan harta, jiwa dan raganya di jalan Allah.

Namun, di akhirat pastinya sangat tragis terkena azab allah didunia dan menjadi penghuni neraka.

Apa yang salah?

Yang salah adalah niat dalam beramal. Semua kebaikan dan kebajikan yang dilakukan di dunia, ternyata tidak dilakukan dengan ikhlas, mencari redha Allah swt, melainkan kerana riyak dan mengharapkan pujian manusia. Sehingga semua amal kebajikannya pun hancur lebur tak berbuah pahala sedikit pun.

Rasulullah saw telah memberitakan sikap manusia nestapa ini dalam hadis shahihnya :

1. Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili dan adalah:
Seorang yang mati di jalan Allah. Ia dihadirkan dan diperkenalkan nikmat-nikmatnya, maka ia pun mengenalnya. Lalu ditanya, “Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat-nimat itu?” Ia menjawab, “Aku pergunakan untuk berperang di jalan-Mu hingga aku mati syahid.” Allah berfirman, “Engkau telah berbohong. Engkau berperang agar engkau dipanggil “pemberani”
(pahlawan). Maka, hal itu benar-benar belaku. Kemudian datang perintah agar diseret wajahnya hingga dijerumuskan ke dalam api neraka.

2. Dan dihadirkan pula seorang yang rajin mencari ilmu, mengajarkannya kepada orang lain dan rajin membaca Al Qur’an. Diperkenalkan nikmat-nikmatnya, maka ia pun mengenalnya. Lalu ditanya, “Apa yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?” Ia menjawab, “Aku pergunakan untuk menuntut ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Qur’an.” Allah berfirman, “Engkau dusta. Sesungguhnya engkau rajin mencari ilmu agar engkau nampak sebagai “orang ‘alim” Dan engkau rajin membaca Al Qur’an agar engkau dipanggil “Qari’” (ahli tilawah). Maka, hal itu pun benar-benar telah tersasar. Kemudian datang perintah agar diseret wajahnya hingga dijerumuskan ke dalam api neraka.

3. Dihadirkan juga seorang yang diluaskan rezekinya oleh Allah dan dianugerahi harta yang melimpah. Diperkenalkan nikmat-nikmatnya, maka ia pun mengenalnya. Lalu ditanya, “Apa yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?” Ia menjawab, “Tidak ada urusan yang Engkau senang untuk berinfak di situ kecuali aku telah berinfak di dalamnya semata-mata untuk-Mu (mencari ridha-Mu)”. Allah berfirman, “Engkau berbohong. Sesungguhnya engkau berinfak agar engkau dipanggil “dermawan.” Maka, hal itu benar-benar telah terwujud. Kemudian datang perintah agar diseret wajahnya hingga dijerumuskan ke dalam api neraka” (Riwayat Muslim).

Abu Hurairah ra sampai pengsan 3 kali ketika ingin memberitakan hadis tersebut kerana beliau sangat takut sekali dengan penyakit hati yang paling berbahaya ini.


Previous Post
Next Post

post written by:

0 Pengkritik: